Supported by :   

Minggu, 30 November 2008

BULAN PUN BISA TERSENYUM


Postingan ini tidak berhubungan dengan dunia TI, tetapi hanyalah selingan semata. Fenomena alam aneh yang memang benar2 indah terjadi pada hari senin malam tanggal 1 Desember kemarin. Untuk daerah Demak dan sekitarnya terlihat jelas jika bulan memang tersenyum kepada manusia. Bulan sabit yang tepat menghadap keatas dihiasi dua buah bintang terang yang berperan sebagai mata yang berbinar2 riangnya. Disekelilingnya hitam kelam kecuali tiga benda langit tersebut. Ketiganya berada di bagian barat. Sedangkan bintang2 lain banyak bertebaran di bagian timur.

Sekilas perpaduan ketiga benda langit tersebut bagaikan seseorang yang tersenyum dengan mata berbinar2. Sungguh menakjubkan! Ternyata bulan pun bisa tersenyum. Tapi kepada siapa gerangan bulan tersenyum? Kepada kita semua? Kepada para koruptor juga, penyuap juga, aparat hukum yang dzolim, para pemimpin yang mementingkan dirinya sendiri setelah habis banyak uang untuk pencalonan dirinya, anggota dewan terhormat yang rakus uang negara, para kiai yang melupakan santrinya demi kekuasaan politik dan saling bermusuhan dengan sesama saudara seiman, para guru yang mengharap tanda jasa, para ini... para itu... Betapa tulus ikhlas bulan menghormati manusia. Sampai orang2 kotor dimata Tuhan pun disenyuminya juga. Ataukan bulan tersenyum karena beberapa gelintir pejabat yang masih ingat kepada Penciptanya? Wallahu Alam...
Pada hari Jumat tanggal 28 November kemarin, seorang menteri muda, Menpora, Adyaksa Daud berkunjung ke Masjid Agung Demak dan bertindak sebagai Khotib (Pemberi Khutbah) pada Sholat Jumat. Dalam khutbahnya yang sangat memukau, memikat hati setiap Jamaah yang hadir. Tiada seorangpun yang berbicara, ngobrol, atau tidur. Dengan penuh harap beliau berdoa di masjid para wali tersebut, menangis, meratap, menghiba, yang membuat banyak diantara Jamaah hanyut dalam doanya, banyak diantara mereka yang menangis, meneteskan air mata. Banyak juga diantara mereka yang tidak tahu siapa gerangan yang berkhutbah. Doa dalam khutbah kedua yang lebih dari setengah jam tersebut merupakan murni refleksi keprihatinan seorang pejabat negara terhadap kondisi bangsa ini. Sebegitu parahkah bangsa ini? Sampai beliau menangis berdoa kepada Allah SWT didepan para Jamaah. Meminta agar Allah SWT memberikan hidayah supaya mereka2 bertobat. Suatu pencerahan iman yang sangat dahsyat yang pernah saya rasakan. Apakah gara2 segelintir pejabat yang masih mempunyai iman yang kemudian membuat bulan tersenyum kepada mereka dan rakyatnya? Ataukah fenomena tersebut wajar2 saja karena merupakan fenomena alam? Ataukan bulan ingin mengingatkan para ini... dan para itu... yang telah disebutkan diatas supaya sadar? Wallahu Alam...


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

gratisanboy mempersilahkan pengunjung menulis komentarnya. Bagi pengunjung umum yang tidak mempunyai blog atau email silahkan pilih anonymous dan pada komentar disertai dengan nama anda. Thanks...