Supported by :   

Selasa, 23 Desember 2008

RAHASIA METEOR DAN RAMALAN


Ada yang menganggap bahwa meteor atau bintang jatuh adalah fenomena alam yang biasa terjadi di jagad raya ini. Bahkan sebagian dari kita mempercayai bahwa ketika melihat bulan jatuh, apa yang kita inginkan akan terlaksana. Tapi itu hanyalah mitos semata. Hanyalah kemusyrikan yang kita dapat kalau kita mempercayainya. Dan apa hubungannya antara meteor atau bintang jatuh dengan ramalan. Dan mengapa ramalan tukang ramal, dukun, atau paranormal kadang sesuai dengan kenyataan? Ternyata ada yang mencuri berita dari langit. Mereka bekerjasama dengan syaithan dari bangsa jin yang berusaha menyadap berita yang terjadi dari langit.

Tuhan menciptakan langit berlapis2 dan bertingkat2. Tiap-tiap lapisan ada penghuninya sebagaimana halnya bumi. Sebagaimana telah maklum bahwa sumber segala urusan adalah berasal dari Tuhan. Segala ketentuan yang ditetapkan Tuhan bersumber dari langit, dimana Tuhan beserta Malaikat2-Nya berada. Inilah yang disebut dengan berita langit. Apapun yang terjadi di alam semesta ini tidak lepas dari ilmu, kehendak, ciptaan dan takdir Tuhan. Tuhan senantiasa dalam keadaan menciptakan, menghidupkan, mematikan, memelihara, memberi rezeki, dan lain-lain. Para syaithan dan jin yang bekerjasama dengan tukang ramal berusaha menguping dan mencuri berita terhadap segala takdir dan kehendak Tuhan yang di firmankan-Nya melalui para Malaikat-Nya. Karena itu kemudian para syaithan dan jin yang mencuri berita ini dihalau dengan benda2 langit tersebut dari segala penjuru. Maka muncullah meteor atau bintang jatuh.
Tuhan menciptakan segala sesuatu tidak sia-sia. Semua mengandung hikmah. Tuhan menjadikan bintang-bintang di langit selain sebagai hiasan dan penunjuk arah adalah untuk menjaga langit dari para pencuri berita-Nya. Tuhan menciptakan bintang2 untuk 3perkara: sebagai hiasan langit, alat pelempar syaithan-syaithan, dan penunjuk arah. Barangsiapa yang menafsirkan keberadaan bintang-bintang itu untuk selain dari 3 perkara tersebut maka dia telah salah dan menyia-nyiakan amalnya serta memberat-beratkan dirinya dengan sesuatu yang tidak ia ketahui. Akhirnya kita mengetahui bahwa ilmu para dukun dan teman2nya hanyalah berasal dari syaithan, si pencuri berita langit. Sebelum sampai kepada para dukun, syaitan telah menambah kedustaan-kedustaan di dalamnya. Berita atau informasi yang ia sampaikan terkadang bisa benar dan lebih banyak salahnya. Ditambah lagi dengan berbagai macam bumbu-bumbu kebohongan oleh sang dukun, seperti pemenuhan syarat-syarat supaya lebih terkesan ‘meyakinkan’. Masihkah anda suka meramal nasib anda? (Sumber: www.mediamuslim.info)


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

gratisanboy mempersilahkan pengunjung menulis komentarnya. Bagi pengunjung umum yang tidak mempunyai blog atau email silahkan pilih anonymous dan pada komentar disertai dengan nama anda. Thanks...